![]() |
| Menjelang maghrib, PSK sudah mangkal di kawasan "Bulu Indah", 25/07/2016 |
kabardesaonline.com
- Pati tercatat miliki 6 titik lokalisasi pekerja seks komersial (PSK) yang
tersebar di beberapa kecamatan. 6 tempat prostitusi tersebut masing masing berada
di kec. Winong 1 tempat, kec. Batangan 1 tempat, kec. Juwana 1 tempat, kec.
Tayu 1 tempat, dan 2 tempat lainnya berada di kec. Margorejo. (Sumber : Badan
Pusat Statistik Pati)
Berdasarkan informasi
yang berhasil dihimpun tim kabardesaonline.com ternyata bukan hanya 6 itu
tempat-tempat yang terindikasi menjadi lokasi pemuas syahwat para lelaki hidung
belang, sedikitnya ada sekitar 10 tempat transaksi esek-esek (selain salon
plus-plus), yang tersebar di berbagai tempat mulai yang berada di pinggiran
kota sampai yang tersembunyi di pelosok desa.
Rasman (28)
bukan nama asli, kepada kabardesaonline.com mengaku prihatin menyaksikan
banyak PSK yang rata-rata sudah berusia 40 tahun ke atas, dari wanita tulen
sampai waria bahkan ada yang usianya nenek-nenek saben hari mulai magrib sampai
dini hari mangkal di kompleks “Bulu
Indah” Trangkil.
Masih menurut Rasman,
ia memang setiap hari menyaksikan hal itu karna kebetulan selalu melewati area
produksi batu bata merah yang sepi di malam hari tersebut lantaran Rasman
memang memiliki usaha kuliner tak jauh dari lokasi prostitusi itu sehingga cukup paham perihal dunia remang-remang "Bulu Indah".
Yang lebih
memprihatinkan, kata Rasman tarif kencan para PSK yang kebanyakan sudah lanjut
usia tersebut harganya dibantrol mulai 10 ribu rupiah saja.
“ saya
nggak habis pikir mas ! apa mereka nggak punya sanak family kok hanya demi duit
segitu rela melakukan aktivitas haram tersebut, padahal sudah bau tanah lho !,
saya sempat berpikir, mungkin mereka memang tidak ada pilihan lain. Penertiban
dan pembinaan oleh Pemda memang pernah ada, tapi saya rasa kurang efektif dan
memberi jalan keluar yang terbaik, buktinya mereka sampai sekarang masih
beroperasi di kawasan tersebut, bahkan saya menyaksikan sendiri pada bulan
Ramadhan kemarin mereka tetap mangkal di situ “ ujar Rasman kepada
kabardesaonline.com ketika ditemui di sela-sela aktifitasnya yang juga sebagai
penyiar di salah satu radio di kecamatan Trangkil. (aif)

Trangkil jg ada boss
BalasHapuskompleks "Bulu Indah" om namanya
Hapusbulu indah itu yang dimana ya? alamtnya dong
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapus082136865686 more info
Hapus