Ilustrasi asteroid. Foto: Pixabay
Kabardaring.com
– Masyarakat di Kabupaten Pati yang masih terjaga pada dini hari tadi
(11/05/2020) dihebohkan dengan suara dentuman yang cukup keras. Banyak warganet
yang penasaran dan seketika bertanya di linimasi medsos perihal suara apa tersebut
dan berasal dari mana sumbernya.
Muttaqin (40)
warga desa Sidomulyo Kec. Gunungwungkal Kab. Pati, kepada kabardaring.com menuturkan
ia menyaksikan langsung ada pergerakan meteor dengan ekor yang cukup panjang di
langit saat suara dentuman itu terdengar pada sekitar pukul 00.30 WIB dini hari.
“Saya Bersama banyak
orang masih terjaga karena sedang mengikuti proses pemakaman salah seorang tetangga yang meninggal, kemudian saya lihat di FB juga banyak warganet yang mengaku melihat
meteor tersebut dan mendengar suara dentuman cukup keras”. jelasnya.
Dilansir dari
Kumparan.com, sebelumnnya memang telah diberitakan bahwa asteroid
raksasa golongan Apollo akan kembali melintas dekat Bumi pada Minggu
(10/5) malam sekitar mulai pukul 21.00 WIB. Asteroid bernama 2008 TZ3 itu berukuran
sekitar 300 meter dan akan melewati orbit Bumi, sebagai bagian dari siklusnya
mengitari Matahari, sebagai pusat Tata Surya.
Baca Juga : Bila jarak Bumi - Matahari jadi 1 meter, Bintang terdekat masih 270 Km lagi ! WAU besarnya alam semesta ini
Mengenai
jaraknya yang begitu dekat dengan Bumi, Lembaga Penerbangan dan Antariksa
Nasional (LAPAN)
memastikan bahwa asteroid 2008 TZ3 berada di jarak aman, sama seperti asteroid
Apollo sebelumnya yang melintas pada 8 Mei lalu. Dengan begitu, asteroid ini
tidak akan berdampak pada Bumi.
Ini bukan
kemunculan asteroid 2008 TZ3 yang pertama kalinya. Asteroid ini pertama kali terdeteksi
pada 7 Oktober 2008. Menurut proyeksi lintasannya, asteroid tersebut mengikuti
orbit luas dalam Tata Surya dan melampaui orbit Mars.
Saat asteroid
itu mengelilingi Matahari, kadang-kadang lintasannya bersimpangan dengan orbit
Bumi. Inilah alasan mengapa ia diklasifikasikan sebagai asteroid Apollo.
Seperti sebagai
asteroid golongan Apollo lainnya, asteroid yang bakal mendekati Bumi malam ini
termasuk berpotensi berbahaya. Jarak lintasnya yang melewati orbit Bumi
termasuk cukup dekat.
“Secara khusus,
semua asteroid dengan jarak persimpangan orbit minimum 0,05 satuan astronomi
(AU), (1 AU setara 150 juta kilometer), atau kurang, dan magnitudo absolut 22,0
atau kurang dianggap asteroid yang berpotensi berbahaya,” tulis NASA dalam
sebuah pernyataan, dikutip International Business Times.
Lalu, apakah
suara dentuman yang cukup keras dini hari tadi adalah berasal dari meteor
tersebut? Kita tunggu informasi atau rilis dari pihak-pihak yang berkompeten dan
berwenang menjelaskan.
Sebelumnya, pada
tahun 2009 silam tepatnya pada tanggal 8 Oktober juga pernah terjadi di Bone
Sulawesi Selatan. Kilatan cahaya kemerahan dan asap terjadi pada pagi hari yang
diakibatkan oleh asteroid dengan diameter 5-10 meter yang menghantam atmosfir
bumi dan meledak.
Reporter :
Saiful M.

Purwodadi grobogan jateng juga terdengar cukup keras
BalasHapusPati cluwak juga terdengar sangat keras
BalasHapusSragen juga dengar dentuman
BalasHapusAku ra ndungu i
BalasHapusCrewek terdengar sangat keras.
BalasHapus