Takbir Keliling (tarling) adalah hal yang lumrah dijumpai di berbagai daerah mengingat negara ini memang dihuni lebih dari 200 juta muslim. Ada yang bertakbir keliling dengan menabuh bedug di mobil bak terbuka, ada pula yang dengan berkeliling membawa obor, dan mayoritas memilih bertakbir dengan berkarnaval, yang jelas tarling adalah sebuah bentuk dari ekspresi kegembiraan umat islam setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa, dan Sekaligus sebagai manifestasi dari rasa syukur di hari kemenangan.
Kali ini kaderdesa.com akan menguak beberapa fakta berdasarkan hasil
survey terhadap responden yang tersebar di kecamatan Tlogowungu terkait hal-hal
menarik yang ada dibalik tarling
desa Lahar.
yuk chek it out !
5. Tempat kondusif dan representatif
Karna kebetulan Lahar dilewati oleh jalan
kecamatan, sehingga untuk menikmati tarling pun lebih nyaman, sebab di
sepanjang jalur desa Lahar badan jalan relatif lebar, bahu jalan kanan dan kiri
pun bisa diefektifkan untuk menonton dan parkir kendaraan dengan leluasa.
Selain itu ada
titik kumpul, yakni di lapangan sepak bola. Konsentrasi penonton bisa dialihkan
ke lapangan tersebut dengan masuk ke lapangan dan mengamati dari dekat para
kafilah tarling bila mana penonton tidak punya waktu atau bosan menunggu
iring-iringan karnaval yang lumrahnya jalan lambat.
Dan yang
terpenting dari semua itu adalah savety-nya, dimana selama ini tarling di Lahar
cukup kondusif, baik peserta takbir maupun penonton cukup terkendali.
4. Alunan takbir yang merdu
ilustrasi
Sudah menjadi
konsep lomba tarling di desa Lahar sejak berpuluh tahun yang lalu bahwa yang
dinilai bukan hanya keindahan replika yang dipamerkan, namun juga lantunan
takbir juga dinilai, bahkan nilai dari keindahan takbir, kwalitas suara, dan
kefasihan makhroj yang dikumandangkan menjadi penentu kemenangan dari khafilah
peserta tarling.
3. Kembang desa bermekaran
ilustrasi
Konon di
beberapa daerah ada yang tidak boleh mengikut sertakan peserta wanita,
Lahar semenjak dahulu tidak pernah ada problem dengan andilnya wanita dalam
tarling. Toh semua peserta wanita yang ikut tetap berpenampilan dan berperilaku
yang islami, juga terjamin akan keamanannya sehingga tidak bertentangan dengan
makna tarling itu sendiri.
Nah, dalam
momen tarling inilah para kembang desa akan bermunculan. Dari yang mungkin
tidak pernah ter-ekspos (karna lama belajar atau bekerja di lain daerah) atau
yang selalu diam manis di rumah. Saat tarling inilah akan dapat dilihat
penampakannya :p
mau photo prewed ?
tapi DUIT mepet ?
nih ada potograper murah !
2. Banyak yang ketemu jodoh
Boleh percaya
boleh tidak, tapi baru-baru ini ada data dan fakta yang menyebutkan bahwa
banyak penonton dari lain daerah yang ketika menyaksikan tarling desa lahar, bertemu
dengan tambatan hatinya dan kemudian menikah. Bahkan ada beberapa penonton dari
kaum adam yang mengaku fallin in love ketika melihat salah seorang peserta
tarling wanita dan sekarang menikah (sumber dirahasiakan)
1. Konsisten dengan tema ISLAMI dan NASIONALISME
ilustrasi
Bila mungkin
banyak yang menjumpai tarling di daerah lain dengan memamerkan replika-replika gemerlap
yang indah dan memukau, maka di Lahar tidak demikian. Karna sudah menjadi
tradisi sejak dahulu di Lahar bahwa tarling yang hakekatnya adalah ekspresi di
hari yang fitri haruslah diekspresikan dengan mempertunjukkan sesuatu pameran
yang memiliki makna.
Ketentuan pihak
panitia bahwa setiap kafilah harus menampilkan pameran yang memiliki nilai atau
sejarah islami, atau berwawasan kebangsaan. Tidak sekedar menampilkan sesuatu
yang tak memilik arti filososisnya, kalaupun ada maka tidak akan pernah
mendapat apresiasi baik dari panitia maupun penonton.
MAU RINTIS USAHA DAGANG ?
promisikan aja produkmu di sini





0 Response to "Terungkap ! 5 alasan Tarling Lahar dibanjiri ribuan penonton"
Posting Komentar
HAK JAWAB DAN KOREKSI BISA DIKIRIMKAN KE EMAIL KAMI ATAU BISA DITULIS DI KOLOM KOMENTAR